Wayang Golek Cepak berkembang di pesisir utara Jawa Barat (dari Indramayu hingga Cirebon) dengan mengambil kisah utamanya dari golongan menak (bangsawan) di negeri Jazirah Arab. Oleh karena itu, wayang ini disebut juga dengan WAYANG GOLEK MENAK.
Kisah perjuangan Hamzah (salah satu paman Rasulullah) adalah kisah favorit yang dimainkan dalang, selain kisah dari Babad Indramayu, Babad Cirebon dan kisah-kisah lainnya.
Bagian atas pada kepala wayang yang rata, tidak memiliki telekung-lah yang menyebabkan wayang ini disebut PAPAK atau CEPAK. Saat ini, wayang golek cepak lebih sering ditampilkan pada acara-acara adat, seperti ngunjung buyut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar