Kitab yang konon Sultan Hamengku Buwono I dan Pangeran Diponegoro pun membacanya ini dikenal sebagai kitab yang berisikan teori Islam pertama yang berbahasa Melayu dan terkenal sebagai kitab pegangan bagi raja-raja di Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa hingga ke Makassar sebagai acuan ketatanegaraan.
Kitab ini dikarang oleh Bukhari al-Jauhari pada tahun 1603 dengan judul Taj al-Salatin. Sampai saat ini ada dua dugaan siapa sebenarnya Bukhari al-Jauhari. Dugaan pertama menyebutkan ia berasal dari Johor, Malaysia. Sementara dugaan yang lain menyebutkan bahwa Bukhari bukanlah nama seseorang, tetapi sejenis gelar kehormatan.
Arti dari TADJOE’S SALATIN sendiri adalah mahkota bagi raja-raja. Dan, sebagaimana sebuah mahkota, ia menginginkan Tadjoe’s Salatin menjadi junjunan yang sangat bermanfaat bagi pembacanya. Tadjoe’s Salatin berisikan nasihat-nasihat, perumpamaan, ataupun pemikiran-pemikiran keislaman yang tertuang dalam 38 Bab Pembahasan.
Empat bab awal membahas manusia dengan penciptanya. Empat bab berikutnya membahas manusia dan dunia tempat berlangsungnya kehidupan. Bab selanjutnya memuat hikayat tentang raja maupun petinggi kerajaan yang mengenal Allah Swt. Menarik disimak, pada Bab ke-22 dan Bab ke-23 juga terdapat kisah dua raja bukan Islam tetapi adil dalam memerintah, yakni kisah Raja Noesjirwan dan sebuah kisah raja dari Daratan China.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar