Islam Kejawen adalah salah satu fenomena keagamaan dunia yang sangat menarik. Ada dua peristiwa penting yang sangat berpengaruh dalam pembentukan anyaman mistik dan simbolisme Islam Kejawen.
Pertama, pada tahun 1478 M, Brawijaya V yang diakui sebagai Raja Majapahit terakhir memeluk Agama Islam atas bimbingan Sunan Kalijaga. Hal ini membawa dampak gelombang pengislaman secara besar besaran bagi masyarakat penduduk Jawa, karena mereka memegang tradisi AGAMA AGEMING AJI atau agama rakyat mengikuti agama rajanya.
Kedua, ekspansi Panembahan Senopati di Mataram yang pada suatu ketika harus berhadapan dengan pasukan Jawa Timur. Sunan Giri kemudian menengahinya dengan menyuruh kedua pimpinan memilih isi atau wadah.
Akhirnya disepakati Surabaya dan Jawa Timur mendapat isi sedangkan Mataram mendapatkan wadah, Isi adalah manusia atau ilmu Agama Islam sementara wadah adalah pemerintahan atau negara. Sejak saat itu arus keagamaan Jawa selalu mengalir dari timur ke barat.
Dua peristiwa itu di kemudian hari sangat mewarnai paham keagamaan orang Jawa. Akulturasi kebudayaan yang penuh dengan mistik dengan simbolisme itu akhirnya semakin mencapai bentuk yang paling sempurna.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar