Jumat, 14 Mei 2010

Catatan Akhir Tahun 2009 Perekonomian Indonesia..

Setelah merana akibat krisis finansial global 2008, pada tahun 2009 ini pasar modal Indonesia menunjukan kinerja yang gemilang. Bila pada akhir 2008 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertengger di level 1.355, maka pada 21 Desember 2009 lalu telah berada di level 2.431.

Penaikan indeks sekitar 80% itu menempatkan Bursa Indonesia berada di peringkat ke-4 tertinggi di dunia setelah Bursa Rusia yang menguat 124%, Bursa China 115 % dan Bursa Argentina yang naik 105%. Adapun indeks Dow Jones di New York Stock Exchange, AS yang menjadi barometer utama pasar saham dunia hanya naik 18% saja tahun ini.

Indonesia pun boleh berbangga dengan perekonomiannya yang tumbuh 4,5% di tahun ini atau tertinggi ke-3 di dunia setelah China sebesar 8,9% dan India sebesar 7,9%. Sementara sebagian besar negara lainnya di dunia masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif.

Ketangguhan perekonomian Indonesia dini menjadi daya tarik bagi investor mancanegara. Hingga kuartal III tahun 2009 saja, investor asing tercatat melakukan pembelian atas saham-saham di Bursa Indonesia sebesar Rp. 180 trilyun dan penjualan sebesar Rp. 169 trilyun sehingga terdapat pembelian bersih sebesar Rp. 11 trilyun.

Deputy CEO PT Fortis Investments, Tino Moorrees mengatakan, investor global menilai Indonesia sebagai satu dari sedikit negara di dunia yang memiliki prospek ekonomi cukup baik yang didukung oleh sumber daya alam yang melimpah. Selain itu pula, Indonesia juga tercatat sebagai negara yang memiliki perekonomian terbesar ke-18 di dunia atau telah masuk dalam G-20.

Terkait dengan ini, pengamat ekonomi Faisal Basri mengingatkan agar Indonesia tidak cepat berpuas diri dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap positif pada 2009. Kita harus tetap bekerja keras untuk membangun negara ini yang sasaran akhirnya adalah mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar