Jumat, 14 Mei 2010

Belajar Dari Korea

Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma menjadi masyarakat modern. Kemajuan ini membuat banyak orang kagum dan bertanya-tanya, resep apakah gerangan yang telah membuat bangsa ini berubah menjadi makmur??

Sejak awal tahun 1970-an, pihak Pemerintah Korea - dalam rangka semangat pembangunan nasional - telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas.

PERTAMA, "sikap rajin bekerja".
Lebih menghargai bekerja secara TUNTAS betapa pun kecilnya pekerjaan itu, ketimbang pidato yang muluk2 tapi tanpa pelaksanaan di lapangan.

KEDUA, "sikap hemat".
Sikap ini tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi.

KETIGA, "sikap self-help".
Sikap yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih BAIK, lebih JUJUR, dan lebih TEPAT; berusaha mengembangkan sikap MANDIRI dan rasa PERCAYA DIRI.

KEEMPAT, ""kooperasi atau kerja-sama".
Cara untuk mencapai tujuan secara EFEKTIF dan RASIONAL, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.

Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea yang bila kita perhatikan ke-4 butir nilai itu sesungguhnya adalah NILAI LUHUR BANGSA INDONESIA. "rajin pangkal pandai","sedikit bicara banyak kerja" adalah beberapa pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.

Adapun nilai "self-help",mandiri, sudah lama melekat dalam nilai religi sebagian besar masyarakat Indonesia,karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu bangsa kecuali bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah. Sementara sikap yang terakhir, kooperasi,telah menjadi sendi2 dalam budaya Indonesia, yakni GOTONG ROYONG.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar