Jumat, 14 Mei 2010

BATAVIA dan Asal-usul Nama KOTA INTAN

Nama BATAVIA sesungguhnya berasal dari kata BATAVIEREN – sebuah nama suku bangsa kuno Jerman yang dianggap sebagai nenek moyang bangsa Belanda. Jan Pieterszoon Coen semula mengusulkan nama NIEUWE HOORN untuk kota ini, tetapi ditolak. Nama Batavia pun akhirnya dipakai Belanda untuk mengganti nama Jayakarta. Pemakaian nama Batavia berlangsung cukup lama, lebih dari 300 tahun ( 1619 – 1942 ).

VOC semula hanya menjadikan Batavia sebagai tempat penampungan barang2 persediaan suku cadang, air dan bahan makanan untuk menopang kegiatan perdagangan rempah2nya di Maluku. Untuk itu didirikanlah sebuah benteng sebagai gudang dan tempat pemukiman sementara yang dinamakan FORT JACATRA.

Namun ancaman dari Kesultanan Banten dari barat dan Mataram dari timur pada pertengahan 1680-an menjadikan Batavia sebagai zona perang. Belanda pun menaikkan status Batavia menjadi pusat pemerintahan,perdagangan dan pertahanan.

Di bawah pemerintahan JP Coen, VOC membangun benteng baru yang diberi nama KASTEEL BATAVIA yang luasnya 9 x dari benteng lama. Pada ke-4 sudut kastil dibangun sudut2 pertahanan (bastions) yang disebut dengan batu2 mulia : Diamont (intan), Robijn (batu delima), Saphier (batu nilam), dan Parel (mutiara). Oleh karenanya penduduk waktu itu menyebut benteng itu : KOTA INTAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar